Bahasa jiwa bangsa

Pandang-pandang Jeling-jeling,
SM Salim dan Siti Nurhaliza.

Cincin intan bunga selasih,
Mari dipakai di waktu petang,
Kenapa tuan tak mahu berkasih,
Adakah orang akan melarang.

Kain sarong kain terendak,
Memanglah manis kalau dipakai,
Kalau takut dilambung ombak,
Jangan berumah di tepi pantai.

Tuai padi musim dah tiba,
Mari menuai di waktu pagi,
Kalau begini malang menimpa,
Biar kuturut kata hati.

Bunga selasih permainan budak,
Daun sehelai dimakan kuda,
Bercerai kasih bertalak tidak,
Seribu tahun bertemu juga.

Kereta kuda pedati lembu,
Singgah mari di tepi kuala,
Tuan sutera, saya belacu,
Manakan sama berganding sama.

Burung jelatik sarang kedidi,
Sarang tempua, sarang berjuntai,
Sungguhpun cantik sutera diuji,
Belacu juga tahan dipakai.

Hafzan Lazim

Advertisements

1 Comment

  1. Nor said,

    June 16, 2009 at 1:06 am

    HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: